>
Tampilkan postingan dengan label Myth Or Fact. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Myth Or Fact. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 November 2013

Mitos Atau Fakta : Tinggal Di Sekitar BTS berbahaya

Selama ini informasi terkait bahaya tidaknya menara BTS atau Base Transceiver Station berbahaya untuk kesehatan masih simpang siur. Benarkah tinggal di dekat tempat berdirinya BTS itu berbahaya?



Banyak rumor yang mengatakan bahwa seseorang yang tinggal di sekitar atau berdekatan dengan menara BTS sangat berbahaya karena ditakutkan akan terkena kanker. Kanker tersebut muncul karena gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh BTS yang bersangkutan. Dari beragamnya informasi yang beredar di masyarakat dan masih belum ada keputusan dari pihak yang lebih berkompeten mengakibatkan banyak orang yang takut serta khawatir akan bahaya yang ditimbulkan oleh BTS.

 

Akan tetapi, menurut penelitian yang dilakukan oleh Nigerian Communications Commission yang berkolaborasi dengan African Economic Community of West Africa (ECOWAS), West African Regulatory Association (WATRA), Mobile Manufacturers Forum (MMF) dan GSM Association, menyatakan bahwa sampai sekarang belum ada hasil penelitian yang mengatakan bahwa medan EMF (electro magnetic fields) berbahaya untuk manusia.
Hal tersebut didukung langsung oleh pernyataan dari Dr Emilie Van Deventer, Team Leader - Radiation Programme Department of Public Health and Environment dari World Health Organisation (WHO).

"Tidak ada bukti konkrit terkait yang disebabkan oleh medan frekuensi radio yang dikeluarkan baik oleh ponsel maupun dari BTS.




Namun sebuah penelitian lain yang pernah dilakukan oleh Dr Bruce Hocking dari Australia mengungkapkan bahwa anak-anak yang tinggal di dekat menara penyiaran (TV atau radio) yang juga mengeluarkan medan EMF, rentan terkena leukimia dua kali lebih besar dibandingkan dengan anak-anak yang tinggal sekitar 7 mil jauhnya dari tempat tersebut.
Penelitian-penelitian lain yang juga pernah dilakukan oleh Dr Neil Cherry, seorang Biophysicist dari Lincoln University, New Zealand, Mariana Alves-Pereira , seorang ahli biologi, Dr Gerard Hyland, seorang fisikawan yang pernah dua kali dinominasikan mendapat nobel bidang kedokteran, Dr W Loscher, dari Institute of Pharmacology, Toxicology and Pharmacy di Veterinary School of Hannover Jerman sampai dengan organisasi bernama Mount Shasta Bioregional Ecology Center, menyatakan hal yang sama.

Karena masih belum adanya keputusan mengenai bahaya atau tidaknya medan elektromagnetik yang dikeluarkan oleh BTS terhadap orang-orang di sekitarnya, tetap melahirkan rasa khawatir bagi semua
orang.

8 Mitos-Mitos Kesehatan

Ada begitu banyak mitos kesehatan yang beredar di sekitar Anda. Mitos ini lama-kelamaan dipercaya padahal kebenarannya belum dapat dibuktikan.

Berikut adalah 8 mitos tentang kesehatan yang berhasil dipatahkan seperti dilansir dari idiva.com

Minyak ikan dan persendian
 


Minyak ikan dianggap dapat membantu mengurangi rasa sakit pada persendian. Hal ini benar karena mereka yang mengonsumsi 2.000 mg minyak ikan setiap hari dapat mengurangi resiko kerusakan sendi dan tulang rawan.

Wortel dapat membantu Anda melihat dalam gelap


Sayuran yang mengandung vitamin A dan antioksidan baik untuk kesehatan mata. Salah satunya adalah wortel. Wortel memang dapat mempertajam penglihatan Anda namun bukan berarti mampu membantu Anda melihat dalam gelap.

Sebutir apel dapat mengurangi resiko berbagai penyakit

Apel adalah salah satu sumber makanan yang kaya akan antioksidan dan juga vitamin C. Apel juga mampu merangsang produksi kolagen pada tulang, otot, tulang rawan, dan pembuluh darah. Kandungan pektin di kulit apel juga mampu menurunkan kolesterol.

Sup ayam mampu untuk mengobati pilek

Beberapa penelitian menemukan bahwa di dalam semangkuk sup ayam mengandung berbagai macam nutrisi yang mampu meningkatkan kemampuan sel darah putih dalam menghalau penyakit di dalam tubuh.

Jangan berenang setalah makan

Sebuah penelitian di Jepang mengatakan bahwa ditemukan hampir 80% perenang meninggal karena tenggelam akibat makanan yang ada di dalam perut mereka. Penelitian ini mengungkapkan bahwa proses pencernaan makanan di dalam perut akan menyebabkan mereka kram. Sehingga ada baiknya Anda hanya mengonsumsi makanan ringan sebelum berenang.

Membaca dengan lampu redup dapat merusak mata

Membaca dengan lampu redup dapat membuat Anda sakit kepala namun tidak dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata.

Makanan beku tidak sebaik makanan segar
Buah dan sayuran segar akan mulai kehilangan nutrisinya begitu disimpan di dalam. Namun apabila masih dalam keadaan segar kemudian dibekukan, maka buah dan sayuran ini tidak akan kehilangan nutrisinya.

Memakai kacamata terlalu lama akan memperbesar kerusakan pada mata 


Penglihatan Anda tidak akan bertambah lemah hanya karena Anda memakai kacamata atau lensa kontak sepanjang waktu. Penglihatan mata dapat melemah akibat penuaan atau gangguan lain.

Banyaknya mitos tentang kesehatan yang beredar di masyarakat belum tentu benar. Oleh karena itu Anda jangan mudah mempercayainya. Sebaiknya sebelum mempercayainya, pelajari dahulu dengan benar.

Mitos atau Fakta : Kantongi Ponsel Bisa Bikin Mandul



Sebuah rumor yang cukup lama beredar di masyarakat menyatakan bahwa pria bisa mandul kalau lama-lama menyimpan ponsel dalam saku celananya. Celakanya, ternyata ini bukan mitos belaka!

Seperti yang dilansir oleh PRWeb (24/1), cukup banyak penelitian yang menyatakan bahwa ponsel bisa mempengaruhi tingkat kejantanan seorang pria terutama dalam hal produksi sperma. Menurut penelitian yang dilakukan Peter dan Lynn McIntosh, hal ini juga bisa menyebabkan hal buruk pada organ intim.

Konklusi ini sendiri bukanlah satu-satunya yang beredar di dunia. Bahkan, setelah melakukan 10 penelitian serupa, semua ahli, saintis, dokter dan peneliti kesehatan menyatakan bahwa dampak negatif dari ponsel memang bisa menyebabkan kemandulan.


 
Hal ini sendiri bisa terjadi lantaran ponsel mengeluarkan sebuah radiasi elektromagnetik dengan emisi rendah. Meskipun radiasi ini tak berbahaya dalam waktu singkat, namun implikasinya akan makin bertambah lama kelamaan.

Para peneliti sendiri kemudian menakutkan bahwa kemandulan ini akan menyebar di masa mendatang. Hal ini dikarenakan akan makin banyak perangkat elektronik yang mampu menyebarkan radiasi tersebut di masa mendatang.

Memang, kehidupan kita di masa sekarang tidak bisa dipisahkan lagi dengan yang namanya teknologi terutama ponsel. Namun, untuk mengurangi risiko seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya jangan terlalu sering mengakses ponsel ataupun mengantonginya.

Mitos atau Fakta : Jemur Baterai Dapat Pulihkan Daya




Mungkin Anda pernah dengar tips untuk menjemur baterai yang sudah habis untuk mengembalikan dayanya kembali dan bisa dipakai kembali. Namun benarkah tips tersebut?

Proses pemanasan baterai untuk mengembalikan daya ini sendiri sebenarnya hanya berlaku untuk baterai kering saja seperti baterai jenis AA atau AAA yang biasa digunakan untuk mengisi daya baterai remot televisi, radio, ataupun walkman.

Hal ini dikarenakan baterai tipe tersebut merupakan jenis baterai kering yang mana di dalamnya terdapat zat kimia sejenis pasta yang dapat membeku jika digunakan terus menerus.
Bila dipanaskan maka pasta yang menjadi perantara antara reaksi kimia dari anoda dan katoda akan mencair kembali dan dapat menghasilkan energi kembali.



Semakin lama baterai dipanaskan, maka semakin besar daya yang pulih di baterai tersebut. Namun, tetap energi yang dihasilkan ini tidak akan pulih seperti semula seperti dalam keadaan baterai baru.
Akan tetapi, memanaskan baterai di suhu panas yang berlebihan malah bisa menyebabkan baterai tersebut meledak.

Selain itu, pemanasan baterai untuk pulihkan daya ini sendiri hanya berfungsi di baterai kering saja, bukan di baterai basah seperti baterai Li-ion yang digunakan di perangkat smartphone atau tablet.

Hewan-Hewan Mitos Dunia


1. Bigfoot


 














Bigfoot dilaporkan telah ditemukan di daerah Kanada dan Amerika Utara sejak abad 19-an. Dari jejak kakinya diperkirakan beratnya mencapai 400 kg. Bigfoot dikenal juga dengan nama Sasquatch, itu adalah nama hewan legenda yang beredar di Amerika Utara. Bigfoot kadang diciri-cirikan sangat besar, dengan bulu-bulu yang menutupi seluruh tubuh, dan orang percaya makhluk ini dapat ditemukan di seluruh dunia dengan nama-nama yang berbeda. 


2. Naga




















Naga adalah sebutan umum untuk 
makhluk mitologi yang berwujud reptil berukuran raksasa. Makhluk ini muncul dalam berbagai kebudayaan. Pada umumnya berwujud seekor ular besar, namun ada pula yang menggambarkannya sebagai kadal bersayap. hewan dengan ukuran yang sangat menakjubkan. Mereka berbentuk reptil dan terkadang memiliki beberapa kepala dan dapat menghembuskan nafas api. Naga dipercaya dapat ditaklukan lewat musik. Naga juga disebut-sebut sebagai dewa oleh beberapa suku. Naga sering digambarkan sebagai kadal besar dengan 2 tangan dan 2 kaki yg memiliki sayap begitu besar, juga memiliki kemampuan untuk menyemburkan lidah-lidah api dan digambarkan memiliki gua bawah tanah. Naga selalu digambarkan memangsa manusia.






 3. Unicorn

















Unicorn adalah seekor kuda putih 
 yang memiliki tanduk di kepalanya. Unicorn sangat maskulin tetapi juga sangat feminim. Unicorn juga menjadi simbol kesucian dan hubungan spiritual. Unicorn memiliki tubuh yang besar, lebih besar dari ukuran kuda biasa. Unicorn adalah satu-satunya makhluk legenda yang tidak menakuti manusia, dan biasanya digambarkan sebagai makhluk yang halus. Diceritakan sangat tidak mungkin untuk menangkap unicorn. Tanduknya dikatakan dapat menetralkan racun. Unicorn pertama kali diketahui ketika masa peradaban lembah Indus (3300-1700SM).

 4. Phoenix

















Phoenix adalah burung legenda yang mirip seekor elang tapi memiliki warna merah menyala seperti api yang terbang di angkasa. Phoenix disebut berasal dari matahari. Phoenix adalah burung api mitologi dari Mesir kuno dimana digambarkan sebagai burung yang mati oleh api dan dilahirkan kembali dari api. Biasanya digambarkan mempunyai bulu emas dan merah. Pada akhir kehidupannya, Phoenix diceritakan membangun sarang dari ranting kayu manis dimana kemudian terbakar. Burung musnah oleh api tapi kemudian Phoenix baru yang masih muda muncul dari api yang sama. Diyakini masa hidup Phoenix adalah 500-1461 tahun. Airmata Phoenix dipercaya bisa menyembuhkan luka.





 
5. Loch Ness
Loch Ness adalah legenda yang berasal dari scotlandia. Dilaporkan bahwa Loch Ness adalah hewan dari zaman dinosaurus yang berhasil bertahan dari ledakan meteor dan masih hidup hingga kini. Ditemukan di Scotland tahun 1930, Loch Ness diperkirakan memiliki panjang tubuh 45 kaki dengan kulit kasar dan warna coklat gelap. Beberapa orang percaya kalau Loch Ness adalah plesiosaurus, walaupun sampai sekarang belum ada bukti yang memadai tentang keberadaan Loch Ness tersebut.



6. Pegasus

 
Pegasus adalah seekor kuda yang memiliki sayap putih lebar. Dalam mitologi yunani disebutkan bahwa pegasus lahir dari darah Medusa saat Perseus memenggal kepalanya. Disebutkan juga bahwa Pegasus ditunggangi oleh Bellerophon untuk melawan Chimera. Dijinakkan oleh Bellerophon dan melayaninya di gunungnya selama petualangannya termasuk ketika Bellerophon membunuh Chimera. Ketika Bellerophon ingin menerbangkan Pegasus ke gunung Olympus, dia dihempaskan oleh Zeus. Tetapi Pegasus tetap terbang dan berhasil tiba di gunung Olympus. Di sinilah Pegasus menghabiskan hari-harinya dengan membawakan petir untuk Zeus.



7. Kraken


Kraken adalah seekor monster yang digambarkan sebagai makhluk raksasa yang berdiam di lautan wilayah Islandia dan Norwegia. Makhluk ini disebut sering menyerang kapal yang lewat dengan cara menggulungnya dengan tentakel raksasanya dan menariknya ke bawah. Kata Kraken sendiri berasal dari Kata "Krake" dari bahasa Skandinavia yang artinya merujuk kepada hewan yang tidak sehat atau sesuatu yang aneh. Kata ini masih digunakan di dalam bahasa jerman modern untuk merujuk kepada Gurita. Begitu populernya makhluk ini sampai-sampai ia sering disinggung di dalam film-film populer seperti Pirates of the Caribbean atau Clash of The Titans. Jika ada makhluk raksasa penguasa lautan, maka Krakenlah namanya.Kita mungkin mengira Kraken hanyalah sebuah bagian dari dongeng, namun sebenarnya tidak demikian.

Fakta Halloween



Tentunya Halloween memang bukan budaya asli orang-orang Timur terlebih di Indonesia, namun tidak sedikit yang juga 'teracuni' untuk ikut merayakannya. Berikut ada beberapa fakta mengenai Halloween.
Bertepatan dengan tanggal yang jatuh hari ini yaitu 31 Oktober, setiap tahunnya, beberapa negara di Eropa khususnya di Amerika Serikat, memperingati satu hari yang dinamakan Halloween.
Perayaan Halloween selalu meriah karena banyak orang berdandan layaknya hantu dan berbagai tempat dihiasi dengan tema serupa dan sengaja dibuat seseram mungkin.

Namun, ada fakta-fakta tentang Halloween yang unik dan menarik untuk diketahui.

Memang tidak diketahui pastinya, namun diperkirakan perayaan Halloween sudah diadakan lebih dari 2000 tahun lalu. Pada dasarnya, tahun baru orang-orang Celtic jatuh pada tanggal 1 November setiap tahunnya dan dinamakan Samhain (SAH-win), namun sejak abad ke 11, orang-orang gereja menjadikan tanggal 31 Oktober sebagai hari Halloween.

Sejak abad 11 lalu, perayaan Halloween ditetapkan pada tanggal 31 Oktober setiap tahunnya. Penerapan tersebut merupakan perintah dari Paus secara langsung.
 

Selain meneruskan budaya yang telah lama dianut yaitu perayaan bertemakan hantu, orang-orang Katolik menggunakan hari Halloween sebagai hari yang tepat untuk mengubah orang-orang Pagan menjadi Katolik.

Perayaan Halloween awalnya dilakukan oleh orang-orang Celtic. Perayaan ini berfungsi sebagai tanda Tahun Baru telah tiba atau disebut dengan nama Samhain (SAH-win).
Namun di abad ke-11, Paus menyerukan agar sebutan untuk perayaan tersebut diganti dengan nama All Hallow's Eve. Dari All hallow's Eve, banyak orang yang mengucapkannya secara terus menjadi All Hallow's Even.
Di abad ke-18, nama perayaan tersebut kembali berubah menjadi Hallowe'en. Sekali lagi, nama perayaan tersebut berganti menjadi Halloween dan digunakan hingga sekarang

Banyak yang paham bahwa trick-or-treating selalu dilakukan oleh anak-anak untuk mendapatkan permen atau kue dengan cara berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya serta tidak ketinggalan dengan berdandan seperti hantu.
Namun tahukah Anda, trick-or-treating ini sebenarnya juga sudah dilakukan sejak beratus-ratus abad silam. Akan tetapi bedanya, bila sekarang semua anak dapat melakukannya, di zaman dahulu, trick-or-treating hanya digunakan oleh anak-anak miskin yang berkeliling untuk meminta makanan kepada orang-orang yang lebih mampu.

Di film-film fiksi atau juga hantu, sutradara selalu mengikutsertakan obyek bulan purnama sebagai hiasan penambah kesan seram dan magis. Namun ternyata, bulan purnama yang tepat dengan perayaan Halloween sangat jarang muncul.
Diperkirakan, bulan purnama yang tepat dengan perayaan Halloween akan muncul kembali pada tahun 2020 mendatang. Bulan purnama terakhir muncul pada tahun 2001 dan sebelumnya pada tahun 1955 silam.

Ketika perayaan Halloween tiba, banyak yang menggunakan simbol-simbol untuk memeriahkan hari tersebut. Mulai dari simbol kucing hitam, penyihir, vampir sampai laba-laba digunakan.

 
Sayangnya, tidak banyak orang tahu bahwa ternyata simbol dari Halloween hanyalah satu. Orang-orang Celtic di masanya ketika merayakan hari Samhain, mereka menggunakan kelelawar sebagai simbol khusus dan paten.
Namun dikarenakan kerancuan dan sedikitnya informasi akhirnya simbol Halloween menjadi random seperti sekarang ini.

Selain perayaannya, istilah Jack-O-Lanterns juga berasal dari cerita rakyat Celtic yaitu seorang petani bernama Jack yang berhasil menipu iblis. Karena merasa tertipu, iblis marah dan membuang Jack ke neraka.
Untuk mendapatkan kembali jiwanya yang hilang, Jack akhirnya mengembara di neraka dengan bantuan sebuah batu bara menyala yang diletakkannya di dalam sebuah lobak yang telah dia lobangi sebelumnya.
Mitos dan cerita Jack-O-Lanterns ini kemudian menyebar dan diadopsi oleh orang-orang Irlandia. Namun mereka tidak menggunakan lobak melainkan menggunakan kentang.
Setelah dari Irlandia, orang Amerika kesulitan untuk mengadopsinya karena lobak dan kentang di tahun 1800-an sangat langka, akhirnya mereka mengakalinya dengan menggunakan labu yang di dalamnya diisi lilin serta dipahat menyerupai iblis sedang tersenyum